Senin, 17 Desember 2012
Selasa, 27 November 2012
Minggu, 25 November 2012
Organisme Tanah
![]() |
| Cacing tanah Salah satu jenis organisme tanah yang menguntungkan foto : Don |
Melestarikan keberadaan organisme tanah yang menguntungkan adalah
salah satu unsur konservasi tanah. Organisme tanah yang menguntungkan
dapat berupa spesies makroskopik seperti cacing tanah, dan juga mikroorganisme. Keuntungan yang diberikan oleh cacing tanah terhadap tanah diantaranya memberikan aerasi tanah dan menyediakan nutrisi makro bagi tanah. Ketika cacing tanah mengekskresikan feses
dalam bentuk padatan, mineral dan nutrisi yang diperlukan oleh tanaman
telah diseleksi oleh cacing tersebut untuk diabsorpsi oleh akar tanaman.
Feses cacing tanah mengandung nitrogen lima kali lebih banyak dari
tanah biasa, fosfat tujuh kali lebih banyak, dan kalium sebelas kali
lebih banyak. Seekor cacing dapat memproduksi lebih dari 4,5 kg feses
dalam setahun.
Kegiatan cacing yang terus menggali ke dalam tanah memberikan porositas bagi tanah dan aerasi yang cukup serta meningkatkan kemampuan drainase tanah.
Mikroorganisme tanah berperan penting dalam ketersediaan makronutrien
di alam. Seperti contoh, ketersediaan nitrogen terjadi akibat fiksasi nitrogen oleh bakteri simbiotik; bakteri tersebut memiliki enzim nitrogenase yang digunakan untuk memfiksasi nitrogen dari udara dengan hidrogen untuk membentuk amonia dan menghasilkan energi untuk dirinya. Amonia lalu diubah menjadi senyawa organik lainnya. Bakteri fiksasi nitrogen lainnya, seperti Rhizobium, hidup dalam akar leguminoceae dan membentuk simbiosis mutualisme dengan tanaman, memproduksi amonia untuk mendapatkan karbohidrat.
Dalam hal siklus karbon, karbon dikeluarkan ke atmosfer melalui pembusukan dan fermentasi oleh bakteri dan jamur (detritus).
Mikoriza
adalah simbiotik antara jamur tanah dengan aluran pembuluh akar. Jamur
membantu ketersediaan mineral, air, dan dan nutrisi organik untuk
tanaman, dan jamur mendapatkan gula dan asam amino dari akar. Terdapat
dua jenis mikoriza, yaitu endomikoriza di mana jamur melakukan penetrasi
hingga ke dalam akar, dan ektomikoriza di mana jamur hanya melapisi
bagian luar akar. Mikoriza beermanfaat bagi tanaman dengan memperluas
area penyerapan nutrisi, karena hifa mikoriza berukuran mikroskopik dan
tersebar di sekitar akar tanaman.
Beberapa organisme tanah adalah ekstremofil,
yaitu makhluk hidup yang memiliki kemampuan adaptasi untuk hidup di
lingkungan ekstrem, termasuk temperatur, pH, dan kadar garam yang
sebagian besar makhluk hidup tidak mampu bertahan.
Penggunaan insektisida dan herbisida
seringkali memengaruhi keberadaan organisme tanah. Penggunaan
bahan-bahan kimia tersebut, meski tidak ditujukan, mampu membunuh
organisme tanah yang menguntungkan sehingga mengurangi ketersediaan
nutrisi alami bagi tanah. Penggunaan bahan-bahan kimia tersebut
sebaiknya memperhatikan kehidupan organisme tanah dan juga komponen
ekologi lainnya.
Metode pertanian tebas dan bakar
memiliki dampak pembunuhan besar-besaran bagi organisme tanah akibat
temperatur yang dihasilkan dalam proses pembakaran. Hal ini seringkali
tidak dapat dikembalikan lagi ke keadaan semula hingga waktu yang sangat
lama.
Sistem pertanian yang digunakan seringkali amat memengaruhi kualitas
tanah dan metabolisme tanaman, seperti penggunaan bahan-bahan kimia
dalam bentuk pestisida, herbisida, dan sebagainya, dan bertahan di tanah
dalam waktu lama sehingga tidak memungkinkan lagi bagi organisme tanah,
baik yang menguntungkan maupun merugikan, untuk kembali lagi.
Alternatif bagi penggunaan kimia adalah persiapan tanah dengan pemanasan tanah menggunakan lapisan plastik
transparan yang dapat menutupi area lahan. Plastik tersebut memerangkap
panas sehingga temperatur tanah meningkat hingga temperatur yang
mematikan bagi organisme tanah, baik yang menguntungkan maupun
merugikan. Keberadaan organisme tanah yang menguntungkan dapat
dikembalikan dengan cara induksi. Cara ini juga menguntungkan bagi
nutrisi tanah karena uap yang dihasilkan dari proses pemanasan tanah
dapat mengeluarkan nutrisi yang sebelumnya terkunci dalam bentuk
persenyawaan basa maupun asam yang tidak dapat diserap oleh akar
tanaman.
Sabtu, 24 November 2012
Peran Mikroorganisme dalam Mendekomposisi Bahan Organik
![]() |
| Hasil dari pengujian dalam kegiatan praktikum Fto : Don |
Tingginya bahan
organik pada tanah gambut merupakan karakteristik yang dimiliki oleh tanah
gambut. Isroi (2008) meyatakan bahwa tanah sangat kaya akan mikroorganisme,
seperti bakteri, actinomycetes, fungi, protozoa, alga dan virus. Tanah yang
subur mengandung lebih dari 100 juta mikroorganisme per gram tanah.
Produktivitas dan daya dukung tanah tergantung pada aktivitas mikroorganisme
tersebut. Tambahnya lagi, bahwa sebagian besar mikroorganisme tanah memiliki
peranan yang menguntungkan, yaitu berperan dalam menghancurkan limbah organik,
siklus hara tanaman, fiksasi nitrogen, pelarut posfat, merangsang pertumbuhan,
biokontrol patogen, dan membantu penyerapan unsur hara.
Buckman &
Brady (1982) menyatakan bahwa organisme tanah berperan penting dalam
mempercepat penyediaan hara dan juga sebagai sumber bahan organik tanah.
Mikroorganisme tanah sangat nyata perannya dalam hal dekomposisi bahan organik
pada tanaman tingkat tinggi. Dalam proses dekomposisi sisa tumbuhan dihancurkan
atau dirombak menjadi unsur yang dapat digunakan tanaman untuk tumbuh.
White (1947)
mengatakan bahwa mikroorganisme akan menyerang atau merusak tumbuhan sampai
hilangnya sebagian O2 dan berkembangnya toksin yang akan merusak kehidupan
mikroorganisme. Jika proses tersebut berjalan terus, maka akan dihasilkan
gambut yang berwarna hitam. Jika proses tersebut tidak berjalan terus maka akan
dihasilkan gambut yang mempunyai struktur seperti tumbuhan dan biasanya berwarna
coklat yang mengandung sisa-sisa kayu dan material tumbuhan lainnya.
Mikroorganisme
perombak bahan organik ini terdiri atas fungi dan bakteri. Pada kondisi aerob,
mikroorganisme perombak bahan organik terdiri atas fungi, sedangkan pada
kondisi anaerob sebagian besar perombak bahan organik adalah bakteri (Noor
2004). Fungi berperan penting dalam proses dekomposisi bahan organik untuk
semua jenis tanah. Fungi toleran pada kondisi tanah yang asam, yang membuatnya
penting pada tanah-tanah hutan masam. Sisa-sisa pohon di hutan merupakan sumber
bahan makanan yang berlimpah bagi fungi tertentu mempunyai peran dalam
perombakan lignin (Foth 1991).
Nitrogen (N)
harus ditambat oleh mikroba dan diubah bentuknya menjadi tersedia bagi tanaman.
Mikroba penambat N ada yang bersimbiosis dan ada pula yang hidup bebas. Mikroba
penambat N simbiotik antara lain Rhizobium sp. Mikroba penambat N non-simbiotik
misalnya Azospirillum sp dan Azotobacter sp. Mikroba penambat N simbiotik hanya
bisa digunakan untuk tanaman leguminose saja, sedangkan mikroba penambat N
non-simbiotik dapat digunakan untuk semua jenis tanaman.
Mikroba tanah
lain yang berperan di dalam penyediaan unsur hara adalah mikroba pelarut fosfat
(P) dan kalium (K). Tanah pertanian umumnya memiliki kandungan P cukup tinggi
(jenuh). Namun, unsur hara P ini sedikit/tidak tersedia bagi tanaman karena
terikat pada mineral liat tanah. Di sinilah peranan mikroba pelarut P, mikroba
ini akan melepaskan ikatan P dari mineral liat dan menyediakannya bagi tanaman.
Banyak sekali mikroba yang mampu melarutkan P, antara lain Aspergillus sp,
Penicillium sp, Pseudomonas sp, dan Bacillus megatherium. Mikroba yang
berkemampuan tinggi melarutkan P, umumnya juga berkemampuan tinggi dalam
melarutkan K (Isroi 2008).
Apa itu KROMOSOM
| Hasil dari Pengamatan Kromosom Fto : Don |
Kromosom adalah
struktur terorganisir dari DNA dan protein yang ditemukan dalam sel. Ini adalah
satu potongan melingkar DNA yang mengandung banyak gen, elemen peraturan dan
sekuens nukleotida lainnya. Kromosom juga mengandung DNA-terikat protein, yang
berfungsi untuk paket DNA dan mengontrol fungsi-fungsinya. Kata''''kromosom
berasal dari bahasa Yunani (''''chroma, warna) dan (''''soma, tubuh) karena
harta mereka menjadi sangat kuat diwarnai dengan pewarna tertentu.
DNA and histone
proteins are packaged into structures called chromosomes. Image Credit: U.S.
National Library of Medicine
DNA dan protein
histon yang dikemas ke dalam struktur yang disebut kromosom. Gambar Kredit: US
National Library of Medicine
Kromosom
bervariasi antara organisme yang berbeda. Molekul DNA mungkin melingkar atau
linier, dan dapat terdiri dari 10.000 untuk 1000000000 nukleotida dalam rantai
panjang. Biasanya sel-sel eukariotik (sel dengan inti) memiliki kromosom linier
besar dan sel prokariotik (sel-sel tanpa inti didefinisikan) memiliki kromosom
melingkar kecil, meskipun ada banyak pengecualian untuk aturan ini.
Selanjutnya, sel dapat mengandung lebih dari satu jenis kromosom, misalnya,
mitokondria pada eukariota paling dan kloroplas pada tanaman memiliki kromosom
kecil mereka sendiri.
Pada eukariota,
kromosom nuklir dikemas oleh protein menjadi struktur kental yang disebut
kromatin. Hal ini memungkinkan molekul DNA yang sangat panjang untuk masuk ke
dalam inti sel. Struktur kromosom dan kromatin bervariasi melalui siklus sel.
Kromosom adalah unit penting untuk divisi seluler dan harus direplikasi,
dibagi, dan lulus dengan sukses ke sel putri mereka sehingga untuk memastikan
keragaman genetik dan kelangsungan hidup keturunan mereka. Kromosom mungkin ada
baik sebagai kromosom diduplikasi atau unduplicated-unduplicated adalah untaian
linier tunggal, sedangkan kromosom diduplikasi (disalin selama tahap sintesis)
berisi dua salinan bergabung dengan sentromer. Pemadatan kromosom diduplikasi
selama hasil mitosis dan meiosis dalam struktur empat-lengan klasik.
Rekombinasi kromosom memainkan peran penting dalam keragaman genetik. Jika
struktur ini dimanipulasi benar, melalui proses yang dikenal sebagai kromosom
dan translokasi ketidakstabilan, sel dapat mengalami bencana mitosis dan mati,
atau mungkin menghindari apoptosis aberrantly mengarah pada perkembangan
kanker.
Dalam prakteknya
"kromosom" adalah istilah yang agak longgar didefinisikan. Dalam
prokariota dan virus, yang genophore istilah yang lebih tepat ketika tidak ada
kromatin hadir. Namun, tubuh besar pekerjaan menggunakan istilah kromosom
terlepas dari konten kromatin. Dalam DNA prokariota biasanya disusun sebagai
lingkaran, yang erat melingkar pada dirinya sendiri, kadang-kadang disertai
oleh satu atau lebih kecil, molekul DNA sirkular yang disebut plasmid. Ini
genom melingkar kecil juga ditemukan dalam mitokondria dan kloroplas, yang
mencerminkan asal-usul bakteri mereka. Para genophores sederhana yang ditemukan
dalam virus: molekul-molekul DNA atau RNA yang genophores singkat linier atau
melingkar yang sering kali kekurangan protein struktural.
Langganan:
Postingan (Atom)

